2 DETIK MENGUBAH HIDUP

By  | May 16, 2012 | 7 Comments | Filed under: Kata Pengantar

Kata Pengantar

Mengantar tulisan sahabat saya ini bukan perkara mudah. Sangat tidak mudah menilai apa yang dialami seseorang. Bukanlah perkara mudah menyelami sesuatu yang dialami seseorang tanpa kita ada di dalamnya sambil merasakan apapun yang dialaminya saat itu.

Sebut saja perasaan cak Mul saat mengalami kecelakaan. Apa saja gejolak yang dialaminya? Mulai dari rasa cemas. Waswas. Khawatir. Takut. Takut dalam bentuk dan jenis apapun. Bisa saja takut terpisah dengan orang-orang yang dicintainya. Takut tidak mampu menjadi imam yang baik. Pencari nafkah. Pengayom keluarga dan sebagainya dan sebagainya. Dan berbagai perasaan lain yang amat sangat bisa membuat seseorang menjadi rapuh. Mengetahui bahwa dirinya tidak bisa hidup layaknya orang normal. Bisa bergerak kemanapun dan kapanpun dia mau, adalah perasaan lain yang tidak kalah penting perannya dalam merapuhkan jiwa seseorang.

Menggambarkan  semua gejolak tersebut, dalam serangkaian kalimat pengantar, jelas tidak akan sempurna menggambarkan suasana hati cak Mul beberapa tahun belakangan ini. Apalagi saya baru mengenal dan belum pernah “copy darat” dengan cak Mul. Saya hanya bisa merasakan ‘getar’ ketegaran tanpa batas dalam setiap ‘chit chat’ kami melalui BB maupun email dan beberapa kali melalui SMS. ‘Rasa dan getar’ itulah yang membuat saya berani menerima kehormatan menulis kata pengantar dalam bukunya yang memang harus anda baca ini. Getar yang tidak mengisyaratkan kerapuhan sedikitpun.  Sebuah getar yang dengan tulus saya gambarkan sebagai rasa yang sangat, sangat, sangat, menyentuh hati saya yang nota bene ‘senasib’.

Mungkin anda sulit membayangkan bagaimana sulitnya saya menguraikan semua rasa yang muncul setiap saya menyusun kata menjadi kalimat.  Di atas semua rasa adalah rasa haru yang benar-benar sulit saya gambarkan. Rasa haru yang benar-benar terwujud dalam gejolak. Gejolak yang mampu meneteskan air mata setiap saya mencari kalimat yang tepat untuk mewujudkan permintaan cak Mul.

“Tolong yo cak Peng buatkan kata pengantar. Gak usah dowo-dowo. Siji utowo loro halaman wae,” begitu kira-kira bunyi emailnya

======|||||======

Sependek pengetahuan saya, rasa ingin tahu yang besar hanya milik anak kecil. Tapi jika ada orang dewasa yang tetap ‘want to know’ terhadap banyak persoalan, dia itu ‘inner child’. Punya jiwa anak-anak, yang secara acak bisa kita sebut antara lain:

  1. Pemaaf
  2. Penjelajah (explorer)
  3. Pantang menyerah
  4. Tidak punya zona aman dan sebagainya dan sebagainya. Silakan anda tambahkan sendiri berbagai sifat positif dari ‘inner child’.

Sangat berbeda dengan ‘childish’ yaitu sifat kekanak-kanakan yang selalu minta perhatian. Mudah tersinggung. Mudah putus asa dan menyerah. Tidak suka hal-hal baru dan sebagainya. Seorang cak Mul jelas adalah pejuang dengan “innerchild” di dadanya. Di jiwanya.

Saya sama sekali tidak berspekulasi dalam memaparkan kegigihan cak Mul dalam menghadapi keadaannya sekarang. Coba saya uraikan satu persatu:

  1. Dalam menerima keadaannya cak Mul banyak belajar dari berbagai sumber. Terutama dalam mendekatkan diri kepada SANG MAHA PENCIPTA. Allah azza wa jalla. Karena hal itulah yang membuat hatinya tenang dan tetap mampu menjalankan tanggung jawab dan amanah yang dipikulkan di pundaknya
  2. Dalam menerima keadaannya cak Mul justru menolak merusak dirinya. Cak Mul sama sekali tidak minum ‘pain killer’. Benar-benar menolak menikmati ‘kenyamanan’ (kehilangan rasa sakit) sejenak dengan mengkonsumsi pil kimia itu. Berarti cak Mul orang yang punya nyali! Ingat waktu kita kecil. Tidak pernah ada rasa takut sakit pada diri kita. Dengan demikian,
  3. Cak Mul adalah orang yang berpikir jauh ke depan dan berpengetahuan luas tentang kesehatan. Sebagai ‘paraplegia’ (orang lumpuh dengan rasa nyeri setiap saat di sekujur tubuhnya) cak Mul lebih memilih sakit (pain) hari ini daripada beberapa tahun kemudian sakit ginjal, liver akibat mengkonsumsi obat kimia. Pilihan cerdas, cermat, penuh nyali dan penuh tanggung jawab!
  4. Mengapa penuh tanggung jawab? Karena cak Mul menolak membahagiakan dirinya sendiri. Dengan tidak mengkonsumsi obat kimia tersebut cak Mul telah mengajarkan kepada kita bagaimana menyintai anak istrinya semaksimal mungkin dengan tetap bekerja sebagai wartawan. Hanya orang besar yang menyintai orang lain di atas takaran normal. Berarti,
  5. Cak Mul adalah orang besar yang bergerak dengan pikiran dan ide-ide besarnya. Tidak meledak dengan kemarahan buta yang justru akan memperkeruh keadaan.

Renungkan sejenak. Simak uraian saya. Semoga tidak berlebihan. Masih belum yakin? Ingat, anda sedang bersiap-siap membaca tulisan. Buku, karya orang besar itu.

Karena orang kecil tidak mungkin berkarya di saat dia menderita dan sibuk meratapi nasibnya. Yang sibuk menyalahkan lingkungan yang tidak mendukung dirinya. Bahkan sibuk menyalahkan Tuhannya yang dia tuduh tidak adil. Naudzubillah min dzalik!

Selamat berkarya orang besar. Tulisan anda sangat bermanfaat. Ingat sabda Rosulullah, bahwa mukmin yang terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi saudara-saudaranya. Semoga barokah Allah selalu terlimpah untukmu wahai saudaraku yang dimuliakan Allah. Aamiin……..

 

Goa Cinere, 23 Nopember 2011

|p|e|p|e|n|g|®

About 

Sudah lengkap lhooooo.... Coba klik: Pepeng yang itu lhoooo......

7 Responses to 2 DETIK MENGUBAH HIDUP

  1. mulyanto utomo April 10, 2012 at 3:30 pm

    Terima kasih Cak Peng atas segala inspirasi, motivasi dan suport tiada terhingga yang telah diberikan kepada saya. Semoga berkah, rahmat, hidayah dan karunia Allah senantiasa terlimpah kepada Cak Peng sekeluarga… Aminn

    • peng April 26, 2012 at 7:31 am

      Iya cak Mul, sami-sami
      Sukses, sehat dan banyak rejeki ya

  2. Pewarta27 May 8, 2012 at 1:55 pm

    *Membaca pnuturan goresan diatas, mnyimak sosok yg sdg diulas, srasa sdg berhadapan dg diri sendiri. Mnikmati tutur kata yg dmikian apik, seolah tiap kata mngandung makna yg hidup, tubuh ini tak henti menerima signal, sjk awal-anjangsana ke blog yg sarat atmosfir khidupan. Siratkan btapa sosok pmilik Blog sarat dinamika khidupan abadi.
    *Blm usai membaca goresan diatas, spt anak kecil yg baru dapat mainan baru, segera berlari krumah sy di-U2b ‘tuk bebaskan 2rekaman yg sempat di-rumahkan krn mrs malu tak pandai bercakap. Trima-ksih ‘tuk spirit tanpa-kata.

    *Sso yg mrs memiliki bnyk kekurangan serta mnyadari keterbatasan diri, sesungguhnya sarat atmosfir kegigigihan meraih keberkahan. Mampu menempatkan diri diambang-tanpa-batas dalam balutan sunyi nan- membumi.
    Salam.

    • peng May 10, 2012 at 6:25 am

      Terima kasih atas apresiasi Anda
      Salam kenal dari kami

      Pepeng dan Tami

  3. Juan August 3, 2012 at 11:11 am

    salam,boleh tak nina nk ckp.. im so proud of you. your skill rocks!too bad nina x minat sgt photography. Suka adimre hasil kerja org je. Anyway keep it up okay? Take care!Samat berpuasa & membuat preparation Aidilfitri :)

    • peng August 14, 2012 at 8:01 am

      Terima kasih :-)

  4. sumi September 26, 2012 at 2:03 am

    semangat yg insyaallah dapat aku ambil hikmah, dimana saat ini aku merasakan apa yang cak mul rasakan. karena sebuah kecelakaan membuatku 2 tahun tdk beranjak dari tempat tidur. rasa sakit dan sejuta takut slalu menghantui kelanjutan hidup ini. dan kisah ini menambah semangat tuk bangkit dari keterpurukan dan sudah takdir yang kuasa tuk kita. makasih atas motivasinya dan smoga allah memberi rahmat dan hidayahnya pada kita semua yang sedang dilanda keputus asaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love of My Live