TAKE A LEAD

By  | May 15, 2012 | 17 Comments | Filed under: Note

Ke empat kalinya Multiple Sclerosis (MS) menyerang saya. Begitu cepat. Oktober 2006, tepat pada 26 Ramadhan 1426 H. Tiba-tiba saya sulit buang air kecil dan air besar. Rasa nyeri yang sulit digambarkan menguasai perut karena menahan air seni 1.5 liter. Padahal kemampuan manusia dewasa menahan air seni hanya 340 ml. Lebih dari itu pasti ngompol. Hal itu tidak saya alami karena syaraf otonom saya sudah ‘dikuasai’ MS juga. Sehingga perintah ke saluran air seni ‘hang’.
Lengkaplah sudah MS menguasai semua syaraf-syaraf yang membuat kita bisa bergerak (motorik) dan merasa (sensorik) dan yang terakhir ini syaraf otonom. Dari berbagai literatur dan informasi yang selalu saya ikuti melalui mailing list MS world, tahap ini adalah terburuk untuk type MS ke 2. Yaitu MS yang menyerang sumsum tulang belakang. Sedangkan jenis yang menyerang batang otak, cenderung lebih buruk. Biasanya diikuti kebutaan sementara, atau permanen.
Sebagai pengetahuan tambahan, penderita MS selalu dirundung rasa nyeri tak terperikan. Selalu hadir walau tak diundang. Menurut beberapa buku dan artikel yang saya baca, rasa nyeri dan sifat MS yang ‘tak tersembuhkan’ (karena belum ditemukan obatnya) merupakan gabungan mujarab untuk menimbulkan penyakit baru, yaitu depresi. Keadaan inilah yang selalu memperburuk keadaan penderita MS
Menurut beberapa pakar MS, jika anda bisa mengendalikan emosi, maka anda akan bisa hidup berdampingan dengan MS tanpa depresi.
“Hmmm…bagaimana bisa berdampingan dengan sesuatu yang membuat kita tidak nyaman?” gumam saya dalam hati. Tapi, ternyata, di saat sakit sekarang inilah saya memperoleh banyak hikmah dan ilmu dari Allah Sang Maha Berilmu tentang berdampingan dengan MS. Pendapat pakar itu bukan hal baru jika kita mau belajar ilmu Allah.
Sejak anak-anak kecil, saya dan istri terbiasa berdiskusi. Banyak topik yang kami diskusikan. Saya selalu cari topik-topik menarik agar tidak bosan.
“Pada umumnya manusia itu terbagi menjadi 3 golongan,” begitu suatu saat saya memulai diskusi tentang eksistensi manusia.
“Jenis pertama, victim atau korban. Orang yang selalu menjadi korban, karena dia memilih untuk tetap menjadi victim. Ke dua adalah survivor. Orang yang berusaha bangun mencari cara untuk survive, bertahan dan tidak mau menjadi korban. Ke tiga take a lead. Jenis manusia yang leading, memegang kendali atas eksistensinya. Atas kehidupannya.”
“Menurut kalian bapak dalam keadaan apa?” tanya saya mendadak
Serentak dijawab bahwa saya sakit. Saya balas dengan kata-kata sloganistis,
“ Siapa bilang bapak sakit? I’m not sick. I’m in pain!”
“ Between pain and sickness there is suffering. Sangat beda antara pain atau nyeri dengan sickness atau sakit. Jika kita bisa mengatasi suffer atau penderitaan maka kita tidak akan pernah sampai sakit (kejiwaan atau penyakit hati). Kita hanya ada pada kondisi pain atau nyeri saja,” kata saya diikuti pandangan bingung dari anak-anak dan juga ibunya.
Lebih lanjut saya meyakinkan mereka mengenai sikap kita jika sedang dirundung hal yang tidak kita inginkan. Yakinkan diri kalian bahwa bersamaan semua yang sulit Allah sudah siapkan kemudahan.
“Jika tidak sanggup meyakinkan diri kalian. Maka kalian sudah menjadi victim. Dan seorang korban akan selalu begitu jika tidak bangun untuk survive dan leading.”
“Bapak tidak akan pernah bisa menjalankan tugas sebagai imam jika bapak hanya meratapi keadaan bapak. Berarti bapak jadi victim dari MS. Bapak leading mengatasi semua keterbatasan bapak. Karena Allah mengingatkan dalam kitab sucinya bahwa jika kita ragu akan firmannya, kita terkena penyakit hati. Subhat, karena ragu (An-Nur 48-50). Dan akan menambah kita terpuruk lebih dalam.
Dalam penutup diskusi saya jelaskan bahwa keyakinan akan semua rencana baik Allah adalah obat yang mujarab. Jangan panik menghadapi apapun. Berita bahwa MS belum ada obatnya tidak membuat bapak panik. Apalagi depresi. Menurut bapak hal itu sepenuhnya tidak benar. Bahkan sangat salah. Karena rosululloh mengingatkan bahwa setiap penyakit ada obatnya dan selalu ada di dekat kita.
“ Dan, menurut bapak yang terdekat adalah hati kita!”
“ Tenangkan hati kalian dengan selalu mengingat Allah. Maka kalian tidak akan pernah panik. Take a lead. Bersangka baiklah kepada Allah azza wajalla. Maka tidak akan ada satupun di dunia ini (termasuk penyakit) yang akan membuat kalian, sedih, takut, marah, kecewa, menyalahkan orang lain. Artinya kalian tidak memberi peluang untuk mempunyai penyakit hati”
“ Jika sikap kita sudah begitu. Kita hanya menunggu janji Allah. Happy ending akan datang,” kata saya menutup diskusi malam itu.
Wallahu ‘alam bisshawab.

 

Goa Cinere, Mei 2010

|p|e|p|e|n|g|®

(pepeng@soebardi.com)

————————————————————————————————
victim, survivor dan take a lead, dikutip dari bahan kuliah bang Ichsan malik

About 

Sudah lengkap lhooooo.... Coba klik: Pepeng yang itu lhoooo......

17 Responses to TAKE A LEAD

  1. Abukafi June 23, 2012 at 5:44 am

    Keren Om Blognya, Frist Posting ya, some another Power.dapet ilmu baru dari om Pepeng,kelemahan seseorang adalah ketidakmampuan mengendalikan rasa sakit dan kesulitan, ternyata hanya merubah cara pandang atau mindset….harus intropeksi lagi neh ane…..
    BTW pertamax ANE

    • peng June 23, 2012 at 7:05 am

      Hemat BBm ya
      Pertamax mahal :d
      Terima kasih sudah nyolek duluan

    • Yoniz August 3, 2012 at 12:00 pm

      Assalamualaikum…ukhti, saya berusaha nyari bab 1, 2, 3 dst, tapi susah nenuyma. Bila ada link yang runut dari bab 1 hingga bab terakhir, mohon infonya ya ukhti….jazakillah

      • peng August 14, 2012 at 8:00 am

        Bab tentang apa ya :-)

  2. untungr June 23, 2012 at 8:20 am

    Thanks a lot Om Pepeng,buat tulisannya udah buat kita (utamanya sy sendiri),agar selalu berprasangka baik ama ALLAH,setiap kesulitan ada kemudahan,setiap ujian ada solusi nya

    • peng June 23, 2012 at 8:47 am

      Aamiin :-)
      Saya yakin jika kita menggunakan kacamata IMAN semua akan tampak indah
      Sebaliknya kacamata akal selalu mengajak kita tidak menerima banyaaaakkkkkkk ketetapan yang mutlak milik Allah
      Wallahu ‘alam bisshawab……

  3. kiki July 28, 2012 at 3:28 pm

    Subhanallah,, saya bener-bener kagum dengan pak pepeng yang selalu bisa memotivasi..

    -{Hasbunallah wa ni’mal wakil ni’mal maula wa ni’man nasir}-

    • peng July 30, 2012 at 12:21 pm

      Wa lahawlawala quwwata illa billah

  4. naning October 8, 2012 at 8:32 am

    inspiratif….saya belajar banyak dr anda. semoga selalu diberi kekuatan dan kesabaran untuk melaluinya. amiin.

    • peng October 17, 2012 at 10:00 am

      insyaAllah aamiin….
      Terima kasih
      Salam untuk keluarga

  5. hanan October 8, 2012 at 11:21 am

    assalamualaikum..
    mas pepeng mau tanya nie saya liat mas di acara tv mas jual kacang saya ingn menjadi penjualnya untuk daerah kota saya…
    mhn minta ketenrangan tenteng kacang..mksh sblmnya..

  6. rossi October 12, 2012 at 1:57 pm

    saya bangga dengan bapak yang selalu berjuang :)

    • peng October 17, 2012 at 9:51 am

      Aamiin……..
      Terima kasih ya

  7. aldi December 3, 2012 at 1:36 pm

    assalamualaikum om pepeng
    nama saya aldi. saya udah 4 bulan sakit, ada gangguan koordinasi saraf motorik, setelah br-scan di rs holistic purwakarta kt dokter saya suspect MS :(
    saya mau tanya, tes2 apa aja buat mastiin penyakit MS? sama terapi2 apa aja yg udah om pepeng jalanin?
    salut sm kisah om pepeng, menginspirasi spy hrs tetap semangat :)

    • peng January 23, 2013 at 3:28 am

      Coba cari pendapat dokter lain
      Di RSCM ada seorang akhli MS, namanya Prof. Misbach
      Ada kasus anak teman saya, setelah diperiksa ulang (MRI, tes sum sum tulang belakang dan tes lainnya) ternyata bukan. Hanya terkena Virus
      Terima kasih sudah mampir
      Sukses, sehat dan banyak rejeki ya :-)

  8. risa ariyanti March 9, 2013 at 4:11 am

    terimakasih
    pelajaran hidup yang om pepeng tuang dalam tulisan ini
    membuat saya sadar hidup pantang menyerah
    diri sendirilah yang memegang kendali
    kita dayung kapal sendiri sampai kepelabuhan Allah SWT yg penuh akan ridho NYA….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Love of My Live